Importance of Knowledge Management Strategy

Over the past several years, there has been a rise in virtual working teams and a rise in fluid teams. A fluid team is one composed of individuals who work together to complete a project, but once finished, they disperse and go their separate ways to work on different projects, often with different people. This is in contrast to a fixed team, which works together often.

In such a dynamic working environment, knowledge management becomes crucial. To build high performing teams and maintain a high performing organization, it is important people have access to the existing knowledge about company processes. Clearly, recreating the wheel is inefficient. On top of that, learning from mistakes—ideally others’ mistakes—improves quality and saves time.

A bit of background info, knowledge management generally involves three processes: knowledge creation, knowledge retention, and knowledge transfer. Knowledge can be of three types: declarative (knowledge about something), procedural (how something occurs or is performed), and casual (why something happens).

According to the AMR Research (now Gartner) Knowledge Management Spending Report, US companies invested $73 billion in knowledge management system initiatives in 2007. But do these systems work, and if so how?

That is a question Bradley Staats, Melissa Valentine, and Amy Edmondson sought to answer. They recently completed the “first wide-scale evaluation of the objective performance value of an organizational knowledge system using archival data,” Using What We Know: Turning Organizational Knowledge into Team Performance (you can read the full paper at HBS Working Knowledge). They ask:

  • How does knowledge use affect performance?
  • Why do teams with similar access to stored knowledge differ in performance?
  • How does geographic dispersion affect knowledge use and performance?
  • How does the complexity of the work affect knowledge use and performance?

They focused on codified (as opposed to tacit) knowledge. The conclusions are as follows:

  • Teams that are geographically disperse, composed of less experienced employees, and engage in complex work benefit more from knowledge management systems.
  • When a team uses the knowledge management database more frequently, the team’s efficiency is improved (they spend less time on trial and error) but quality is not (not all knowledge can be stored in a database, so some problem-solving is still required).
  • divide and conquer strategy (when team members specialize or become experts in certain data) is associated with efficiency, but not quality (one person interpreting data is subject to making mistakes, possibly affecting the entire project if an error is made).
  • With a share and share alike strategy—when all people on a team have access to the knowledge management database—quality is higher (person searching for data knows the context behind the search so details that may seem irrelevant to others become helpful).

source : http://quickbase.intuit.com/blog/2010/10/26/why-having-a-knowledge-management-strategy-is-important/#sthash.luUIdaJU.dpuf

 

 

Knowledge Management: Aplikasi dalam Proses Pembelajaran Perusahaan

Ketika berbicara tentang kemampuan belajar yang cepat, maka kita tidak bisa lepas dari proses belajar itu sendiri. Perusahaan sebagai industri yang menjual nilai tambah, sudah sejak lama meyakini bahwa proses pembelajaran harus dilakukan dan terus dikembangkan. Perusahaan yakin bahwa SDM sebagai intangible asset tidak dapat serta merta diperoleh atau diambil dari perusahaan lainnya. Proses pembelajaran harus dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan pasar. Keyakinan itu juga yang terlihat dari kuatnya inisiatif belajar yang dilakukan oleh perusahaan. Program training bagi pekerja baru, katalog kompetensi, assesment berkala, sertifikasi profesi, bahkan beberapa perusahaan telah lebih maju dengan membangun Corporate University.

Inisitif-inisiatif tersebut juga secara luas sudah diakui keberhasilan dan efeknya. Tetapi kini semua orang sadar akan hal tersebut. Semua pesaing sudah melakukannya. Lalu jika semua orang bisa melakukannya, di mana keunggulannya? Belum lagi masalah yang kerap muncul terkait budget yang terbatas. Knowledge Management mungkin bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini.

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam konsep pembelajaran di perusahaan ialah penekanannya pada peningkatan kompetensi melalui rangkaian peningkatan kompetensi secara terstruktur. Training adalah salah satu bentuk nyatanya. Karyawan diwajibkan mengikuti training dan kelas-kelas yang diharapkan menambah kemampuan dan pemahamannya terhadap kompetensi yang disyaratkan. Tetapi proses tersebut hanya menambah informasi dan data, bukan pengetahuan.

Proses training kerapkali difokuskan pada kurikulum standar yang dapat didapatkan oleh semua orang dengan sedikit usaha dan tenaga. Ketika karyawan hanya menambah sesuatu yang umum, maka keunggulan yang diharapkan tidak terjadi. Inovasi hanya akan berfokus pada apa yang sudah dipelajari dan akhirnya keunggulan kompetitif tidak didapatkan.

Itu kelemahan pertama. kelemahan lainnya dari sistem training ialah information overload. Karyawan kerapkali dijejali dengan serangkaian kebutuhan kompetensi dengan tujuan karyawan dapat mencapai standar tertentu. Karyawan juga didikte untuk belajar semua bidang dan dapat menyelesaikan berbagai macam tugas. Karena beberapa hal, biasanya waktu dan dana, karyawan malah tidak dapat menggunakan informasi dan hasil pembelajaran yang telah didapatkan. Hal ini kemudian berdampak pada tidak efisiensinya proses pembelajaran. Informasi berharga yang telah susah payah diberikan menjadi sia-sia. Dana ratusan juta juga akhirnya terbuang sia-sia ketika karyawan dimutasi atau pindah kerja. Pada akhirnya ialah manajemen kemudian memutuskan mengurangi budget training karena tidak ada peningkatan dalam kinerja. Kasus yang sangat sering kita temui di banyak perusahaan Indonesia.

Information overload juga menjadi perhatian tersendiri. Perusahaan cenderung memandang informasi adalah hal yang baik padahal kenyataannya tidak selalu benar. Dengan era keterbukaan seperti sekarang, informasi bukan menjadi hal krusial lagi. Bagaimana mungkin bisa dikatakan krusial ketika semua orang bisa mendapatkannya? Untuk memenangkan persaingan, yang dibutuhkan ialah pengetahuan yang sesuai dan berdampak kritis bagi perusahaan. Pengetahuan seperti dikatakan Einstein adalah Aksi. “Knowledge is action, everything else is just information”. Hanya informasi yang digunakan dan dijalankan untuk meningkatkan bisnis yang akan menjadi pengetahuan penting. Sisanya, hanya informasi. Inilah kelemahan sistem training yang ketiga. Proses pembelajaran tidak dapat menangkap pengetahuan yang benar-benar digunakan dan sudah terbukti berhasil.

Jika melihat kelemahan-kelemahan tersebut, apakah berarti kita harus berhenti melakukan training dan proses belajar? Tentu saja tidak! Belajar dan meningkatkan kompetensi adalah syarat jika ingin bertahan dalam bisnis. Bahkan dalam bisnis yang 100% mencontek apa yang perusahaan lain lakukan, kita masih membutuhkan kemampuan belajar. Saya tidak pernah mengatakan training adalah sesuatu yang harus dihindari, sebaliknya, training adalah syarat dasar untuk peningkatan kompetensi. Tetapi jika tujuannya ialah proses pembelajaran yang lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien dibandingkan pesaing kita, sayangnya, training saja tidak cukup.

Knowledge Managemet sebagai Alternatif Pembelajaran

Knowledge Management dapat melakukan apa yang training tidak dapat berikan. Seperti kita bahas sebelumnya, perusahaan seringkali terjebak dalam paradigma menambah kompetensi sesuai dengan kebutuhan atau kompetensi yang disyaratkan. Knowledge Management bergerak dalam pola pikir  yang berbeda. Dimulai dari pendefinisian pengetahuan penting (important knowledge), perusahaan dapat mengidentifikasi pengetahuan kritis yang jika tdak dimiliki akan menyebabkan proses bisnis berhenti, setelah itu menurunkannya dalam topik atau kriteria-kriteria yang lebih mendasar untuk kemudian dialirkan ke seluruh organisasi. Tidak hanya itu, Knowledge Management juga mengidentifikasi siapa saja ahli dan karyawan yang memliliki pengetahuan tersebut sehingga perusahaan dapat memanfaatkan para ahli ini untuk memberikan kontribusi lebih dalam mengalirkan pengetahuan.

Yang menjadi menarik dari Knowledge Management ialah sifat alaminya yang fleksibel dan mementingkan manusia sebagai objek. Dengan pola pikir ini, pola training yang bersifat formal, terbatas dalam kelas dan satu arah dapat dihindari. Karyawan diajak turut terlibat dalam komunitas yang dapat berupa diskusi diskusi kecil atau kelompok-kelompok ahli yang suasananya dibuat santai (informal), menyenangkan (fun) tetapi tetap berfokus pada memberikan nilai tambah (value). Dengan ini, pengetahuan yang akan dialirkan bukan saja informasi-informasi umum atau kompetensi yang harus dipenuhi tetapi merupakan pengetahuan yang sudah dilaksanakan. Bisa berupa keberhasilan (best practices) ataupun kegagalan (lesson learnt).

Komunitas juga menjawab permasalahan information overload. Karyawan tidak lagi difokuskan untuk memiliki informasi, tetapi cukup mendalami satu atau dua kompetensi, dan lebih fokus untuk menjadikan dirinya lebih mudah diakses dan lebih banyak sharing dengan karyawan lainnya. Dengan fokus pada satu atau dua kompetensi, karyawan akan menjadi ahli dibidangnya dan bisa lebih meningkatkan keahlian melalui diskusi dan penyelesaian masalah di  lapangan dan dunia nyata. Kasus dan permasalahan yang diajukan oleh karyawan lain melalui knowledge sharing akan membuat pemahaman dan pola pikir karyawan ahli semakin meningkat.

Pendekatan knowledge sharing pada akhirnya juga akan menunjukkan dampak pada kebutuhan training itu sendiri. Mengingat urgensi training, perusahaan banyak menginvestasikan dana di sektor ini. Beberapa perusahaan besar bahkan menginvestasikan hingga 20% dari budget pengembangan bisnis untuk kebutuhan training. Dengan knowledge sharing, perusahaan dapat berfokus pada melakukan training untuk karyawan tertentu dan memfokuskan sebagian dana lainnya untuk mengalirkan pengetahuan melalui mekanisme knowledge sharing.

Jika kita mau berhitung, biaya yang dibutuhkan untuk seorang karyawan mengambil suatu kompetensi, misalnya project management di salah satu vendor training ialah 3.5 juta. Jika ada kebutuhan untuk 100 orang saja maka dana yang dibutuhkan berkisar 350 juta. Melalui knowledge sharing, kita dapat memberikan training pada 20 orang saja dan menggunakan dana sisa untuk melaksanakan sharing 2 minggu sekali selama 2 jam setiap kali pertemuan dengan 20 karyawan ini sebagai nara sumbernya. Selain itu juga kita juga bisa melakukan team up antara karyawan yang sudah mengikuti training dengan  karyawan lain yang belum mengikuti training. Kita juga bisa mengalihkan dana yang tersisa untuk menciptakan komunitas yang dapat dengan cepat memberikan respon bagi kesulitan karyawan lainnya melalui forum intranet atau social media.

Ini hanyalah contoh, aplikasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Knowledge Management bukanlah sesuatu yang kaku dan baku. Knowledge Management natural, fleksibel dan harus disesuaikan dengan arahan strategi bisnis perusahaan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan. Apapun solusi, tools, atau metode yang digunakan, Knowledge Management harus membantu tercapainya bisnis dan target perusahaan. Tanpa dampak yang signifikan terhadap bisnis, Knowledge Management hanyalah sebuah tools lainnya yang nantinya akan menjadi sekedar pajangan dan jargon belaka.

 

sumber : http://www.portalhr.com/komunitas/opini/knowledge-management-aplikasi-dalam-proses-pembelajaran-perusahaan/

Knowledge Management

Manajemen pengetahuan (knowledge management) ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Konsep manajemen pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep manajemen pengetahuan. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai manajemen pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan.Pada perkembangan ini menunjukan makin cepatnya perubahan dalam segala bidang kehidupan, akibat dari efek globalisasi serta perkembangan teknologi informasi yang sangat akseleratif. Kondisi ini jelas telah mengakibatkan perlunya cara-cara baru dalam menyikapi semua yang terjadi agar dapat tetap survive. Penekanan akan makin pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu respon dalam menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM.

Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.

Jenis Penerapan Knowledge Management

Perbedaan yang paling signifikan di antara jenis knowledge ialah tacit versus explicit (Nonaka dan Takeuchi, 1995). Di dalam organisasi explicit knowledge tidak menjadi masalah karena mudah didokumentasikan, diarsipkan, dan diberi kode. Di lain pihak, tacit knowledge merupakan suatu tantangan tersendiri karena pengetahuan sering kali dirasakan sangat berharga untuk dibagikan dan digunakan dengan cara yang tepat. Pemahaman akan perbedaan kedua jenis knowledge ini sangatlah penting, dan yang perlu diperhatikan juga adalah aplikasinya dengan cara yang berbeda untuk memindahkan jenis knowledge yang berbeda.1. Tacit Knowledge
Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan (Carrillo et al.,2004). Tacit knowledge tidak dinyatakan dalam bentuk tulisan, melainkan sesuatu yang terdapat dalam benak orang-orang yang bekerja di dalam suatu organisasi.
Menurut Polanyi (1966) tacit knowledge secara umum dijabarkan sebagai:
1.Pemahaman dan aplikasi pikiran bawah sadar
2. Susah untuk diucapkan
3. Berkembang dari kejadian langsung dan pengalaman
4. Berbagi pengetahuan melalui percakapan (story-telling)
Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari individu (perorangan).

1.1. Personal Knowledge
Menurut Berkeley (1957, p. 23) pengetahuan manusia bermula pada saat orang mendapatkan ide dimana kesan tersebut muncul dari perasaan dan sistem kerja pikiran atau dengan kata lain ide dibentuk dengan bantuan dari memori dan imajinasi yang menambah, membagi, mengungkapkan perasaan sebenarnya.

Selanjutnya menurut Bahm (1995, p. 199) penelitian pada sifat dasar pengetahuan seketika mempertemukan perbedaan antara knower dan known, atau seringkali diartikan dalam istilah subject dan object, atau ingredient subjective dan objective dalam pengalaman. Pengalaman yang diperoleh tiap karyawan tentunya berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Definisi experience yang diambil dari kamus bahasa Inggris adalah the process of gaining knowledge or skill over a period of time through seeing and doing things rather than through studying. Yang artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemampuan selama periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal-hal daripada dengan belajar.
Davenport dan Prusak dalam Martin (2010, p. 2) mendefinisikan personal knowledge is a fluid mix of framed experience, values, contextual information and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information.” Secara garis besar, berarti gabungan dari pengalaman, nilai – nilai, informasi kontekstual, dan wawasan luas yang menyediakan sebuah kerangka pengetahuan untuk mengevaluasi dan menggabungkan pengalaman – pengalaman daninformasi yang baru.
Menurut Martin (2010), personal knowledge didapat dari instruksi formal dan informal. Personal knowledge juga termasuk ingatan, story-telling, hubungan pribadi, buku yang telah dibaca atau ditulis, catatan, dokumen, foto, intuisi, pengalaman, dan segala sesuatu yang dipelajari, mulai dari pekarangan hingga pengembangan nuklir.2. Explicit Knowledge
Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk dikomunikasikan dan dibagi (Carrillo et al., 2004). Menurut pernyataan Polanyi (1966) pada saat tacit knowledge dapat dikontrol dalam benak seseorang, explicit knowledge justru harus bergantung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit, maka dari itu semua pengetahuan berakar dari tacit knowledge. Secara umum explicit knowledge dapat dijabarkan sebagai:
1. Dapat diucapkan secara tepat dan resmi
2. Mudah disusun, didokumentasikan, dipindahkan, dibagi, dan dikomunikasikan
Penerapan explicit knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap karyawan dapat mempelajarinya secara independent.

2.1 Job Procedure
Secara terpisah pengertian job adalah a responsibility, duty or function, dan procedure adalah a formal or official order or way of doing things. Jadi pengertian job procedure atau prosedur kerja adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Berdasarkan pernyataan Anshori selaku pihak yang mencetuskan knowledge management, salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah Standard Operation Procedure.

Standard Operation Procedure atau prosedur pelaksanaan dasar dibuat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan Standard Operation Procedure maka tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan, juga tamu akan terbiasa dengan sistem pelayanan yang ada. Disamping itu Standard Operation Procedure diciptakan agar para tamu merasa nyaman dalam mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan. Standard Operation Procedure sendiri dalam pelaksanaannya sangat fleksibel karyawan dapat memberikan masukan berdasarkan pengetahuan yang didapat.
Lebih lanjut menurut Sulastiyono (2001, p. 244) Standard adalah sebagai langkah awal untuk mendapatkan derajat kesesuaian suatu produk, dibandingkan dengan harapan-harapan tamu. Oleh sebab itu, agar suatu jenis pekerjaan dapat menghasilkan produk yang standard dari waktu ke waktu, maka cara-cara mengerjakan untuk menghasilkan produk tersebut juga harus dilakukan dengan cara-cara yang standard pula. Yang dimaksudkan dengan produk yang standard adalah:
1. Memiliki derajat kesesuaian untuk pemakai.
2. Setiap jenis produk yang dihasilkan untuk digunakan, secara konsisten memiliki spesifikasi yang sama.Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya atau digunakannya Standard Operation Procedure adalah:

1. Mempunyai nilai sebagai alat atau saluran komunikasi bagi manajemen dengan para staf dan para pelaksananya. Melalui Standard Operation Procedure, seluruh staf dan karyawan akan mengetahui secara jelas, berusaha untuk memahami tentang tujuan dan sasaran, serta kebijakan dan prosedur kerja perusahaan. Dengan demikian setiap orang dalam organisasi akan menerima pesan yang jelas dari Standard Operation Procedure tersebut.
2. Standard Operation Procedure juga dapat digunakan sebagai alat atau acuan untuk melaksanakan pelatihan baik bagi para staf dan karyawan, serta bagi karyawan baru.
3. Standard Operation Procedure dapat mengurangi waktu yang terbuang, dengan demikian diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja baik bagi manajemen ataupun bagi para staf dan karyawan. Apabila tidak tersedia manual pekerjaan, maka bila terjadi sesuatu kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan harus dicari dahulu jalan pemecahannya, atau didiskusikan dahulu dengan rekan sekerja dan atasannya, dan ini berarti membuang waktu. Lain halnya bila cara penyelesaiannya sudah tersedia secara tertulis, maka akan lebih cepat pelaksanaanya dan waktu lebih banyak dihemat, serta dapat lebih dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan lain.
4. Dengan dibantu oleh pengawasan yang dilaksanakan dalam proses pekerjaan, maka Standard Operation Procedure dapat dilaksanakan secara lebih konsisten, dan menjamin terciptanya produk yang standar, sekalipun dikerjakan oleh orang-orang yang berbeda dan waktu pelaksanaan yang tidak bersamaan.2.2 Technology
Teknologi merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada knowledge management, dikenal sebagai media yang mempermudah penyebaran explicit knowledge. Berdasarkan pernyataan Gillingham dan Roberts (2006) awal mulanya knowledge management digerakkan oleh teknologi, khususnya explicit knowledge yang lebih mudah disusun. Menurut Marwick (2001) teknologi bukanlah hal baru dalam knowledge management, dan pengalaman yang telah dibentuk oleh para ahli sebelumnya menjadi bahan pertimbangan terbentuknya teknologi itu sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu teknologi yang mendukung knowledge management akan selalu berkembang dalam bentuk sistem-sistem yang mempermudah proses penyebaran knowledge. Salah satu teknologi paling mutakhir yang saat ini digunakan oleh banyak perusahaan untukproses penyebaran knowledge adalah intranet, dimana hal ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengakses knowledge dan melakukan kolaborasi, komunikasi serta sharing knowledge secara ”on line”. Intranet merupakan salah satu bentuk teknologi yang diterapkan di Surabaya Plaza Hotel. Intranet atau yang disebut juga internal internet menawarkan kesempatan untuk menggunakan telekomunikasi yang maju yang telah dikembangkan dari internet. Menurut pendapat Merali peralatan seperti intranet dan internet dianggap sebagai sistem knowledge management yang utama untuk menjalankan dan mendukung forum diskusi dan praktek (1999). Intranet bukan merupakan jaringan tunggal juga bukan merupakan perangkat yang menghubungkan jaringan-jaringan seperti internet. Nama intranet digunakan sebagai perwujudan dimana standar dan alat- alat dikembangkan dalam internet digunakan untuk menyimpan dan mengirim data perusahaan kepada pengguna dalam jaringan internal

Elemen Pokok Knowledge
1. People
Yang berarti Knowledge Management berasal dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk membentuk knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada knowledge.

2. Technology
Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.
3. Processes
Yang terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan, dan menyebarkan knowledge ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan prosedur dan proses tertentu.

Tujuan Penerapan Knowledge ManajemenImplementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen pengetahuan bagi perusahaan antara lain:

  1. Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
  2. Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
  3. Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.
  4. Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.

 

sumber: http://pengertianmanagement.blogspot.com/2012/11/pengertian-knowledge-management.html

 

Salah satu contoh penerapan knowledge management adalah ITCP (Indonesian Technical Cooperation Programmes). ITCP merupakan proyek yang dikembangkan oleh Sekretariat Kabinet Indonesia. Tujuannya untuk berbagi informasi dan keahlian antara Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Aktivitas ITCP meliputi pelatihan; studi kunjungan; pertemuan kelompok yang mencakup area pertanian, pendidikan, informasi, sumber alam, perencanaan keluarga, dan sebagainya. Saat ini peserta ITCP tersebar sampai ke 90 negara dengan jumlah mencapai lebih dari empat ribu orang.

Semula proyek ini mengalami banyak kesulitan, tidak hanya dalam proses persiapan dan registrasi, melainkan juga pada proses dokumentasi dan pelaporan. Bagaimana menentukan jenis pelatihan yang paling dibutuhkan; bagaimana mencari dan menentukan kebutuhan akan pakar yang kompeten di bidangnya; bagaimana mengklasifikasikan laporan hasil suatu proyek atau studi agar dapat dimanfaatkan oleh negara lain; merupakan kendala yang dihadapi selama ini dan tidak dapat secara cepat dan optimal ditangani oleh administrasi manual.

Sekretariat Kabinet kemudian memutuskan untuk menggunakan aplikasi berbasis web sehingga kecepatan informasi dapat jauh lebih meningkat, mengingat luasnya area cakupan peserta ITCP. Dengan hanya bermodalkan program penjelajah (browser) dan koneksi ke internet, para peserta dapat dengan mudah memantau laporan proyek serta agenda pertemuan, serta memberikan masukan mengenai kebutuhan akan pelatihan serta pakar.

Masukan ini akan menjadi salah satu faktor penentu dalam pembuatan agenda kegiatan pelatihan ataupun studi. Kemudahan lainnya adalah dalam proses pencarian informasi. Data, dokumen, dan laporan sudah diklasifikasikan dengan beberapa kriteria yang diolah sedemikian rupa, sehingga informasi yang dihasilkan akan optimal dan tepat sesuai dengan kebutuhan dari peserta.

‘One stop service’

Pendekatan yang hampir serupa juga dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP). UNDP menyediakan suatu fasilitas yang disebut one stop service kepada para stafnya agar dapat mengelola proyek-proyek UNDP di Indonesia. Disebut one stop service, karena semua perangkat lunak (Word, Excell, dan lain-lain), aplikasi database, jadwal kegiatan/kalendar, pendistribusian pekerjaan dan data dapat diakses dengan mudah melalui program penjelajah (browser). UNDP menggunakan program penjelajah agar semua informasi dapat tersaji secara visual, mulai dari proses pemantauan sampai dengan pendeteksian kemajuan dan perkembangannya.

Sistem manajemen proyek berbasis web di UNDP terintegrasi dengan database dan sistem surat-menyurat, sehingga pengguna dapat dengan mudah berkolaborasi baik melalui program e-mail, faksimile maupun dokumen melalui antarmuka (interface) yang sama. Guna mengurangi kesalahan, disediakan juga template untuk setiap dokumen yang sudah baku dan draft pada tiap tahapan proyek yang bila sudah diselesaikan, secara otomatis akan masuk ke langkah selanjutnya dan menjadi semacam tugas (task) untuk pengguna selanjutnya.

Proses aliran pekerjaan ini selain membuat proyek menjadi lebih efisien dan terorganisasi, juga memungkinkan semua pihak melihat sejarah setiap proyek, sehingga memudahkan untuk proses perencanaan selanjutnya seperti sistem database. Pada umumnya akses terhadap data-data yang berhubungan dengan proyek dibatasi dengan simpul-simpul keamanan yang terintegrasi pada tingkat pemakai dan pengelola database.

Sampai saat ini UNDP belum melakukan penghitungan secara rinci mengenai manfaat intranet terhadap pilihan sistem tanpa kertas (paperless system) ini, karena penerapannya baru sebatas penyediaan dokumentasi dalam bentuk intranet, internal memo, pendelegasian pekerjaan, pengumuman, dan katalog. Tapi yang jelas, proses pengambilan keputusan jadi lebih cepat dan efesien.

Sumber :

http://www.asmakmalaikat.com/go/buku/26082000_1.htm

http://arsjad1st.blog.binusian.org/2009/02/25/contoh-contoh-penerapan-knowledge-management/

Pemanfaatan ICT pada Industri

Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

Ada tiga kata yang harus kita pahami sebelumnya, yaitu:

  • Information (informasi) : hasil dari data yang diolah dan menerangkan sesuatu serta berguna bagi yang mengetahuinya.
  • Communications (komunikasi) : pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara 2 pihak atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
  • Technology (teknologi) : kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis.

Dengan demikian ICT merupakan teknologi yang dapat diandalkan untuk memberikan layanan yang efektif dan efisien.

Berikut ini jenis ICT dan media yang digunakan untuk menggunakan ICT

Aplikasi Contoh
Pengolah kata Microsoft Word: Write letters, contoh:  laporan
Spreadsheets Microsoft Excel; Analisa informasi keuangan; perhitungan; menciptakan model-model peramalan, dll.
Perangkat lunak basis data Oracle, Microsoft SQL Server, Access; Mengelola data dalam berbagai bentuk, dari dasar daftar (misalnya pelanggan melalui kontak ke kompleks
Presentation software Misalnya Microsoft PowerPoint; membuat presentasi, baik secara langsung dengan menggunakan layar komputer atau proyektor data.
Desktop publishing Misalnya Adobe Indesign, Quark Express, Microsoft Penerbit; memproduksi newsletter, majalah dan dokumen lainnya yang rumit.
Graphics software Adobe Photoshop dan Illustrator, Macromedia Freehand dan Fireworks untuk membuat dan mengedit gambar seperti logo, gambar atau foto untuk DTP, situs web atau publikasi
Accounting package Sage, Oracle; Kelola sebuah organisasi termasuk rekening pendapatan / penjualan, pembelian, rekening bank dll Berbagai sistem yang tersedia mulai dari dasar paket cocok untuk usaha kecil sampai canggih yang ditujukan untuk perusahaan-perusahaan multinasional.
Computer Aided Design Computer Aided Design (CAD) adalah penggunaan komputer untuk membantu proses desain. ada program khusus untuk berbagai jenis desain: arsitektur, teknik, elektronik.
Customer Relations Management (CRM) Software yang memungkinkan perusahaan untuk lebih memahami pelanggan mereka dengan mengumpulkan data dan analisis mereka

Jaringan yang biasa digunakan adalah Local Area Network (LAN). LAN menghubungkan sejumlah hardware( input dan output perangkat komputer serta proses yang terjadi). Tujuan LAN adalah untuk berbagi fasilitas hardware seperti printer atau scanner serta software aplikasi yang ada. Jenis jaringan ini tak ternilai di lingkungan kantor dimana rekan – rekan harus memiliki akses ke data atau program umum.

 

TIK dalam Industri Pendidikan.

TIK mempunyani peran yang luar biasa dalam bidang pendidikan. Berbagai perangkat lunak seperti microsoft office atau OpenOffice memudahkan para pelajar dalam negerjakan tugas, seperti laporan praktikum dan artike, juga ketika mempresentasikan tugas di kelas.
Sistem pengajaran berbasi multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi menarik, tidak monoton dna mudah dicerna. Seorang murid atau mahasiswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program yang berbasis multimedia. Dengan sentuhan teknologi komputer, berbagai pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti fisika ataupun matematika, dapat disajikan dengan cara yang menarik sehingga siswa menyenangi sekaliugus memahaminya dengan lebih mudah. Teknlogoi berbasis flash biasa digunakan untuk keperluan ini. Bahkan yang namanya belajar bahasa asing pun bisa dilakukan dengan menggunakan komputer.
Teknologi internet juga ikut berperan dalam neciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Belajar tidak lagi harus dilakukan di kelas, tetapi dari mana saja, sepanjang komputer yang digunakan bisa terhubung ke internet. Bahkan, seseorang bisa kuliah di universitas yang berada di negara lain tanpa harus tinggal di negara bersangkutan.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet.
Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.

Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.
Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan lain sebagainya.
Kita harus tahu bahwa untuk memanfaatkan TIK dalam hal pembelajaran tidak semudah yang dibayangkan. Perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya :
• Adanya akses teknologi internet untuk Tenaga Pendidik maupun Peserta Didik, baik di dalam kelas, sekolah maupun lembaga pendidikan guru.
• Adanya materi yang bermutu bagi Tenaga Pendidikan dan Pelajar
• Tenaga Pendidik harus produktif terhadap pengembangan TIK

Untuk menghindari pemanfaatan teknologi yang kurang bermanfaat apalagi dalam hal negative oleh peserta didik, karena pembelajaran TIK antar peserta didik dengan cepat, maka mengarahkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran menjadi sangat penting sehingga peserta didik disibukkan dengan eksplorasi subjek positif dalam penggunaan TIK. Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan pencarian artikel, sumber bacaan atau pengirinan tugas (PR) lewat email. Selain itu juga harus`tercipta kemudahan akses internet dilngkungan yang terkontrol seperti di sekolah atau rumah yang melebihi kemudahan akses`di tempat umum seperti warnet, agar aktivitas online peserta didik lebih terkontrol. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya Presentasi, Demonstrasi, Kelas Virtual.
Adapun berbagai bentuk peranan TIK dalam bidang pendidikan adalah berbagai hasil penelitian, konsultasi dengan pakar, perpustakaan online,diskusi online dan kelas online.

 

Keuntungan dan kerugian ICT

1. Keuntungan
• Informasi yang dibutuhkan akan makin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan
• Inovasi dalam pembelajaran makin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang makin memudahkan proses pendidikan
• Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan
• Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan makin mudah dan lancer karena penerapan sistem TIK.

2. Kerugian
• Kemajuan TIK juga akan makin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), karena makin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
• Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan, bagaikan sebuah sistem tanpa celah, tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjelankannya akan berakibat fatal
• Salah satu dampak negatif televis adalah melatih anak untuk berfikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang pendek atau singkat (sort span of attenrtion).

 

ICT dalam Konteks yang Lebih Luas

ICT selama ini mungkin sudah kita gunakan, tapi ada beberapa hal yang sepertinya harus kita pertimbangkan berhubungan dengan cara ICT digunakan dan dikelola dalam suatu organisasi :

  • The Nature of Information; hal ini meliputi topik seperti makna dan nilai informasi; bagaimana informasi dikendalikan; keterbatasan ICT dan pertimbangan hukum.
  • Management of Information; hal ini mencakup bagaimana data diambil, diverivikasikan dan disimpan secara efektif untuk digunakan; pengolahan serta penyebaran informasi; menjaga supaya informasi aman; dan merancang jaringan untuk mencari informasi.
  • Information System Strategy; hal ini mempertimbangkan bagaimana ICT dapat digunakan dalam bisnis atau organisasi sebagai bagian dari pencapaian tujuan dan sasaran.

Pemanfaatan ICT yang belum ada pengawasan dan kontrol yang baik menyebabkan ICT begitu rawan untuk dimanfaatkan. Salah motif sedikit, ICT sudah dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang baik, seperti meng-hack sejumlah bank untuk tindak criminal, menyebarkan virus demi keuntungan pribadi, atau bahkan niat jahat kecil untuk mencari tahu soal-soal apa saja yang akan keluar di ujian. Bila menggunakan teknologi, banyak sekali hal-hal yang dapat kita lakukan. Karena itu diperlukan kontrol dan pengawasan yang ketat untuk menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan ICT juga kita dapat mengubah hidup seseorang. Misalnya, tindak bullying melalui media social. Hal tersebut dapat membuat korban menjadi minder dan merasa dikucilkan atau dibiarkan. Bila mentalnya tidak kuat, ia dapat bunuh diri. Penipuan melalui media ICT juga sedang marak-maraknya saat ini. Entah dengan embel-embel online shop atau lainnya, tetapi sudah banyak korban penipuan dengan jumlah uang yang tidak sedikit. Eksploitasi pornografi yang tak terkontrol dalam dunia ICT juga sangat berdampak buruk. Apalagi jika kasusnya seperti anggota DPR yang kepergok sedang menyaksikan video porno saat sedang rapat. Kita jadi dapat melihat bagaimana rawannya pemanfaatan ICT yang tidak bijaksana dapat memberikan dampak yang negatif bagi banyak orang.

Ternyata ICT ini tidak hanya dapat diakses melalui media komputer atau laptop. Pada ribuan handphone yang diproduksi saat ini hampir semuanya memiliki teknologi ICT. Misalnya, aplikasi BBM pada smartphone blackberry, aplikasi twitter, facebook, whatsapp, dan sebagainya merupakan pemanfaatan teknologi ICT dalam mobile phone. Tentu saja hal ini sangat berguna dan memberikan keuntungan bagi para pengunanya. Konsumen menjadi mudah untuk saling berbagi informasi dan berinteraksi satu sama lain tanpa haru memperdulikan perbedaan jarak dan waktu. Kita menjadi dapat berkomunikasi dengan banyak orang hanya melalui satu media elektronik.

(sumber : http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/ktm/1422-responce-paper-11)

Konteks dari industri itu sendiri luas. Maksud luas disini dalam artian banyak macam atau jenisnya. Contohnya industry otomotif, industri perfilman, industri pangan, industri rekaman, dan industry lainnya yang tentu saja sekarang sudah memanfaatkan ICT(TIK). Pemanfaatan ICT ini akan mengefisiensikan proses bisnis dalam sebuah industri,perusahaan,maupun organisasi. Sebagai contoh, industry pangan yang ada di Indonesia dan sudah pasti memanfaatkan ICT dalam proses bisnisnya yaitu PT. ORANG TUA GROUP.

(link : www.ot.co.id)

Melihat pada bagian company dalam website PT. ORANG TUA GROUP, disitu jelas tertulis “Selama lebih dari setengah abad, kami telah mengolah bahan-bahan dari sumber alam menjadi produk-produk berkualitas pilihan konsumen. Berawal dari produk minuman kesehatan dengan ramuan alamiah yang diolah secara tradisional, produk-produk kami berkembang semakin modern, canggih, praktis, dan efisien sesuai dengan tuntutan zaman. Warisan nenek moyang kita, yang telah terbukti khasiatnya sejak dahulu, terus dikembangkan secara berkesinambungan tanpa meninggalkan rahasia keasliannya.” Tentu saja untuk menghasilkan produk-produk yang semakin modern,canggih dan praktis tersebut harus ada ICT(TIK) yang mendukung.

Tentu saja setiap perusahaan ingin tetap bertahan pada saat ini, dimana banyak competitor-competitor baru yang bermunculan. Oleh karena itu,pemanfaatan ICT(TIK) sangat berpengaruh dalam setiap bagian-bagian dalam sebuah perusahaan. Jika hanya fokus pada 1 hal tertentu saja, sudah dipastikan perusahaan/bisnis tidak akan berkembang dan akan menuju kebangkrutan. Bagian-bagian dalam perusahaan maksudnya seperti CRM,SCM, dll. Perusahaan tidak akan berkembang tanpa adanya customer dan partner(supplier) yang mendukung proses bisnis mereka. Dan bagian-bagian dalam perusahaan tersebut seperti CRM dan SCM harus didukung dengan ICT (TIK).

Untuk menciptakan sebuah produk yang bermutu, PT. ORANG TUA GROUP mendirikan sebuah Research and Development Center yang sekarang menjadi Research and Innovation Center (R & I Center), yang tentu saja dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana modern serta sumber daya yang ahli di bidangnya masing-masing.

Ternyata pemanfaatan ICT dalam industri sangat berpengaruh besar untuk kelangsungan perusahaan tersebut. Tapi,pemanfaatan ICT tersebut harus ada SDM(Sumber Daya Manusia) yang memadai. Pemanfaatan ICT juga harus sesuai dengan perkembangan jaman,dengan begitu, industri atau perusahaan dapat terus berkembang dan menciptakan suatu produk dan jasa yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk sekedar mengeruk keuntungan untuk keuntungan perusahaan semata. masyarakat juga sebagai konsumen/customer harus diperhatikan. karena itu diperlukan CRM dalam setiap perusahaan dan tentu saja menggunakan pemanfaatan ICT.

Pengertian Informatin System Security

Sistem Informasi Keamanan – akses ke sistem pengendalian dan melindungi integritas, ketersediaan dan kerahasiaan informasi – merupakan perhatian penting dari manajemen eksekutif dari setiap perusahaan atau instansi pemerintah.

Untuk memastikan perlindungan data, organisasi perlu mempekerjakan individu yang sangat terampil dalam keamanan informasi, dan mendukung permintaan ini, Skillsoft telah mengembangkan beberapa program yang dirancang untuk membantu mereka yang mengejar ® CISSP – Certified Information Systems Security credential profesional.

Penunjukan CISSP menunjukkan kompetensi dalam sepuluh domain dari (ISC) ​​² ® CISSP CBK ®, dan menegaskan tahun individu pengalaman kerja terkait.

Sertifikasi ini telah dikembangkan oleh Sistem Informasi Konsorsium Sertifikasi Keamanan Internasional, atau (ISC) ​​² ®, pemimpin global dalam mendidik dan mensertifikasi profesional keamanan informasi. Kursus Skillsoft, sementara tidak disponsori atau didukung oleh (ISC) ​​², selaras dengan sepuluh domain pengetahuan yang (ISC) ​​² telah dikembangkan untuk sertifikasi CISSP.

Mempertahankan Sertifikasi dan memperoleh Pendidikan Profesional Berkelanjutan (CPE) Kredit

Selain membayar biaya pemeliharaan tahunan dan berlangganan Kode ² (ISC) ​​Etik, yang (ISC) ​​² pemegang credential harus memperoleh kredit CPE selama periode tiga tahun – atau merebut kembali ujian sertifikasi mereka.

Grup A kredit yang dicapai ketika bidang studi pelajar berfokus pada Wilayah Domain untuk sertifikasi masing-masing. Grup B kredit dapat dicapai dari pelatihan pada topik yang berada di luar area Domain asalkan furthers pengembangan profesional peserta didik.

CISSP ® harus mendapatkan 120 s CPE: 80 untuk Grup A dan 40 untuk Grup B.
ISSEP ® harus mendapatkan 20 dari 120 s CPE dari 4 domain di bidang yang relevan konsentrasi.
SSCP ® harus mendapatkan 60-an CPE: 40 untuk Grup A dan Grup B. 20 untuk
Bagi profesional keamanan informasi yang mencari CPE untuk belajar-sendiri, seluruh katalog Skillsoft tentang program layak untuk dipertimbangkan. Sebagai penerapan untuk CPE tergantung pada daerah masing-masing pembelajar studi dan rencana pengembangan profesional, peserta didik bertanggung jawab untuk memverifikasi dengan ISC (2) apakah kursus (s) mereka telah dipilih untuk CPE berhubungan dengan domain yang spesifik (Grup A) dan relevan dengan pembangunan mereka sendiri profesional (Grup B). Untuk informasi lebih lanjut tentang (ISC) ​​² pergi ke: http://www.isc2.org.

Merek dagang yang digunakan adalah merek dagang terdaftar dari Sistem Informasi Keamanan Internasional Sertifikasi Konsorsium, Inc Tidak ada afiliasi atau pengesahan oleh (ISC) ​​² harus tersirat oleh penggunaan merek dagang.

Information security merupakan metode & teknologi untuk melindungi informasi:

– Confidentiality(privacy), – Integrity,and
– Availability

• Kategori utama: Big Three (C.I.A)

  • –  Prinsip dasar perlindungan data dan services TI
  • –  Tolakukurterhadap:perlindungan(safeguard),ancaman (threat), kerawanan (vulnerability) dan proses manajemen keamanan.

 

Confidetiality (Kerahasiaan)

• What information needs to be kept secret?

• Kerahasiaan:

  • –  Pencegahanterhadapusahayang disengaja atau tidak yang
    melanggar otorisasi untuk mengakses/menyerbarkan informasi.
  • –  Informasi: sensitif dan rahasia
    • How much protection is needed?
    • For how long must the information be kept secret?

Integrity (Keutuhan)

• Information that cannot be trusted is worse than useless—it costs money and time to create and store, but provides no benefit.

• Integrity:

  • –  Pencegahan terhadap modifikasi data oleh orang yang tidak berhak atau perubahan yang tidak di-otorisasi.
  • –  Konsistensi data/informasi: eksternal dan internal
  • –  Who create/send the information?
  • –  Canweprovewhocreatethedata?
  • –  We know the information is not changed or altered by ―unauthorized personnel‖

Availability (Ketersediaan)

• Information which is not available when required is of no use, even if its confidentiality is secure and its integrity intact

• Availability:

  • –  Menjamin informasi/services tetap ada saat diperlukan.
  • –  What information must we have readily available?

    • How readily must we be able to access the information?

– Days?, Hours?; Minutes or seconds?